Langsung ke konten utama

Tak Punya Biaya, Beberapa Pemuda Di Galela Utara Tidak Bisa Merasakan Bangku Perkuliahan.



Galut, Timur Bacarita -
Ada beberapa pemuda di Galela Utara yang ingin merasakan bangku perkuliahan tapi sayang semangat dan juga impian nya terpatahkan oleh keadaan kriris finansial sehingga tidak ada yang bisa di harapkan lagi oleh mereka. Padahal sudah jelas bahwa Pemuda adalah pewaris masa depan bangsa, dan ditangan pemuda lah masa depan bangsa ditentukan. Nasib suatu bangsa yang dimasa yang akan datang ada di pundak generasi muda. Dalam sejarah peradaban bangsa, pemuda merupakan aset bangsa, kerusakan atau kehancuran bangsa banyak tergantung pada generasi mudanya sebagai agen perubahan pada setiap perkembangan dan pergantian peradaban selalu lahir anak muda yang mempeloporinya.

Bangsa ini sangat memerlukan para pemuda yang berkarakter kuat, dan pemuda yang memiliki semangat juang tinggi. Pemuda sebagai Agent of Change atau agen perubahan.Seperti yang pernah di katakan oleh bapak Proklamator Ir Soekarno "Seribu orang tua bisa bermimpi,satu orang pemuda bisa merubah dunia"

Seharusnya para Pemerintah Desa, dan Pemerintah Kecamatan bekerja sama untuk memperhatikan Hal-hal semacam ini. Telah kita ketahui bersama bahwa ada beberapa Program Pemerintah yang telah di berikan kepada masyarakat yang ingin melanjutkan studi perkuliahan seperti; Bidikmisi berprestasi, bidikmisi kurang mampu, Kartu Indonesia pintar Dll. Tapi dengan adanya bantuan-bantuan semacam ini juga memiliki batasan batasan kuota sehingga kita tidak bisa berharap sepenuh nya untuk mendapatkan bantuan itu.

Saya heran kepada Pemerintah Desa Setiap daerah masing-masing terkhusus di Kecamatan Galela Utara apakah tidak ada jaminan untuk membiayai perkuliahan Masyarakat yang kurang mampu, padahal Anggaran Dana Desa (ADD), Cukup besar jumlah nya apakah mereka tidak memikirkan bagaimana nasib dan masa depan daerah tersebut apabila tidak ada ada yang melanjutkan Studi Perkuliahan.

Apakah kita masih mau untuk di bodoh-bodohi lagi seperti hari-hari sebelum oleh orang-orang yang berpendidikan?

Seharusnya para pemerintah desa dan Kecamatan men-support dan memberikan dukungan penuh agar kenapa, Supaya kedepan para generasi inilah yang akan menjadi tongkat estafet untuk menjaga dan melihat ketimpangan serta mampu memecahkan segala persoalan yang sering terjadi di daerah pada umum nya dan di desa pada khususnya, bukan malah senang jika kalau semua orang menjadi bodoh dan tidak bersekolah.


Penulis : Sarwan

#Opini #PemudaTakMelanjutkanPendidikan

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miris! Tak Ada Koneksi Jaringan Siswa MTs. Salimuli Harus Ujian Di Tepi Pantai

Ujian - MTs. Baiturahman Salimuli Kecamatan Galela Utara Kabupaten Halmahera Utara. Mengadakan Ujian Madrasah di tepi pantai karena tak ada akses jaringan sehingga Kepala Sekolah, Panitia, Pengawas beserta guru-guru madrasah berinisiatif mencari tempat yang terjangkau oleh jaringan untuk melaksanakan Ujian Madrasah (UM) tersebut. Perlu kita merasa miris dengan kejadian seperti ini, dimana kah perhatian Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mengapa Selama tidak pernah memberikan perhatian sedikitpun. Padahal yang kita ketahui bersama bahwa  MTs. Baiturahman Salimuli telah menghasilkan siswa-siswa yang cerdas dan bermartabat ada yang sudah S2 dan bahkan ada yang sudah mau Doktoral. Kepada pemerintah kami harapkan perhatian nya jangan hanya tidur dan mengurusi yang di kota saja kami yang di desa juga butuh perhatian penuh wahai Bapak Gubernur & Bapak Bupati. Mudah-mudahan Cuaca Bersahabat Sampai terakhir pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) MTs.Baiturahman Sal...

Pecandu Game Online di HP Bagi Anak-anak di Bawah Umur berbahaya

Timur Bacarita - Zaman dulu, permainan anak-anak Desa di bawah umur dianggap bisa, sebab menciptakan mainan anak bisa dilakukan tangan orang tuanya sendiri secara manual.  Namun, seiring berkembang zaman dan teknologi, kini permainan anak-anak menjadi bergeser pada permainan Game di HP android dan terlebih-lebih menjadi pecandu Game. Kadang, permain itu, bikin anak lupa pulang rumah, lupa makan, lupa belajar, lupa ibadah, lupa akan tugas utamanya. Pada sisi lain, HP Android sendiri jika terkoneksi dengan jaringan internet, makan situs apa saja bisa masuk dan muncul, sehingga memungkinkan anak-anak bisa membukanya. Lalu, menjadi pertanyaan disini adalah apakah permainan Game situs online bagi anak di bawah umur tidak mencederai mental dan sikologinya.? Betapapun demikian, untuk mengetahui itu, peraturan soal hak-hak asasi tentang anak, ditegaskan pula dalam Undang-undang Perlindungan Anak. "bahwa anak adalah bagian dari Hak Asasi Manusia, negara, pemerintah, dan pemerintah daerah...

Syarat Masdar menjadi maf'ul Li Ajlih

Timur Bacarita- Maf'ul lah مفعو ل له atau Maf'ul Li Ajlih (مفهو ل لا جله ) ialah Masdar yang menjelaskan alasan suatu pekerjaan, dan menyamai amilnya dalam segi waktu dan perilaku pekerjaan.  Contoh: جد شكر ا  Yang artinya: "Berdermalah kamu sebagai ungkapan rasa syukur" Hukum Maf'ul lah ialah dapat di baca nashob jika kelima syarat terpenuhi, yakni: 1. Berbentuk Mashdar 2. Makana Mashdarnya ialah pekerjaan yang dilakukan hati. 3. Menunjukkan alasan. 4. Waktu pelaksanaan Mashdar sama dengan pelaksanaan amilnya. 5. Pelaku Mashdar sama dengan pelaku Amilnya. Contoh: ،قمت أمر ا ما لز يد ضر بت ا بني تا ديبا، جعت اليك حبا *Jika syarat tidak terpenuhi Apabila salah satu syarat Maf'ul lah tidak terpenuhi maka Maf'ul lah harus di jarrkan Dengan huruf jarr yang menunjukkan makna alasan, yaitu: ل ، ب، من في 1. Contoh yang tidak berupa Masdar adalah: جعتك للما ل 2. Contoh yang tidak berupa pekerjaan hati adalah: جعتك لقى ا ء ة العلم3 3. Contoh yang tidak tunggal d...