Langsung ke konten utama

Pelayanan Yang Tidak Kondusif, Dapat Meyebabkan Kematian Makin Bertambah!!!


Timur Bacarita - Baru-baru ini terjadi Insiden di Kecamatan Galela Utara (Galut) terkait Pasien meninggal dunia gara-gara pelayanan yang tidak kondusif.

Salah Satu Tenaga kesehatan bernama Faradila Abd Mutalib yang berprofesi sebagai bidan di Puskesmas Kecamatan Galela Utara membuka suara terkait insiden tersebut dalam keterangan tertulis, Minggu (31/10/2021)

Kronologi 

Di hari Jumat  saya di panggil oleh pasien ibu hamil bersalin. Saya pun ikut melayani semaksimal mungkin selama satu jam. Di malam Jumat itu, di tempat rumah pasien sendiri. selama satu jam. Saya pandu ibu hamil sampai melahirkan. Namun sesudah melahirkan tali pusatnya sudah di gunting. Sambungan pusatnya tidak keluar Masih bertahan dalam rahimnya.

Lalu saya meminta rujukan di puskesmas salimuli untuk di rujuk ke rumah sakit umum. Agar tali sambungan tali pusat yang tertinggal dalam rahim ibu melahirkan bisa cepat tertolong kan. Dalam kondisi saya memandu ibu melahirkan. Saya melihat darah yang terlalu banyak, sehingga pusing dan muntah. Saya suak karena muntah terlalu banyak. 

Saya meminta tolong kepada teman bidan yang tugas di soasio. Bidan gina dan bidan Fidra Sari Kaplale, untuk merujuk ke rumah sakit bethesda. Sebelumnya saya meminta pada pasien dan keluarga pasien. Di rujuk ke rumah Sakit Bethesda atau RSU Tobelo. 

Keluarga pasien memilih untuk di rawat inap di rumah sakit bethesda. Saat dari hari Jumat tanggal 29 di rujuk ke RS. Sampai hari Sabtu Tanggal 30 di rawat inap. Namun waktu berkata lain. Saat dalam perawatan Pasien di RS. Pasien pun meninggal dunia di RS Bethesda.

Setelah meninggal dunia. Saya di ancam oleh Kepala Puskemas (KAPUS) Kecamatan Galela Utara
Dengan alasan:
1. Tidak membawa pasien ibu melahirkan di Puskemas Kecamatan Galela Utara.
2. Tidak ada kordinasi dengan teman-teman bidan lain.
3. Kenapa bidan faradila tidak merujuk sendiri di RS.

Saya tidak abis pikir Kepala Puskesmas Sebagai pemimpin kok sampai melaporkan saya di Polres. Padahal saya sudah berusaha membimbing ibu melahirkan. Saya bukan sengaja tidak kordinasi sama teman-teman bidan lain.
 
Cuman karena situasi ibu melahirkan yang sangat genting yang perlu di selamatkan antara dua nyawa. Apalagi situasi di Kecamatan Galela Utara. Jaringan telepon tidak baik, jarang cukup jauh dan posisi waktu sudah larut malam membuat saya bertanggung jawab dan berusaha dan memandu sekuat mungkin di rumah pasien. 

Saya sudah minta kesepakatan kepada pihak keluarga pasien. Untuk pelayanan ibu melahirkan. Pihak keluarga sendiri meminta saya untuk merawat dan memandu di rumah ibu melahirkan sendiri.

Oleh : Akbar Kuseke

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miris! Tak Ada Koneksi Jaringan Siswa MTs. Salimuli Harus Ujian Di Tepi Pantai

Ujian - MTs. Baiturahman Salimuli Kecamatan Galela Utara Kabupaten Halmahera Utara. Mengadakan Ujian Madrasah di tepi pantai karena tak ada akses jaringan sehingga Kepala Sekolah, Panitia, Pengawas beserta guru-guru madrasah berinisiatif mencari tempat yang terjangkau oleh jaringan untuk melaksanakan Ujian Madrasah (UM) tersebut. Perlu kita merasa miris dengan kejadian seperti ini, dimana kah perhatian Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mengapa Selama tidak pernah memberikan perhatian sedikitpun. Padahal yang kita ketahui bersama bahwa  MTs. Baiturahman Salimuli telah menghasilkan siswa-siswa yang cerdas dan bermartabat ada yang sudah S2 dan bahkan ada yang sudah mau Doktoral. Kepada pemerintah kami harapkan perhatian nya jangan hanya tidur dan mengurusi yang di kota saja kami yang di desa juga butuh perhatian penuh wahai Bapak Gubernur & Bapak Bupati. Mudah-mudahan Cuaca Bersahabat Sampai terakhir pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) MTs.Baiturahman Sal...

Sukses Acara Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa di Salimuli Kecamatan Galela Utara

Timur Bacarita- Rangkaian pelaksanaan kegiatan Safari Ramadhan 1443 H. Jajaran Pengurus  Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Salimuli di Galela Utara sukses melaksanakan kegiatannya. Kegiatan itu yang awalnya menggelar rapat persiapan guna pelaksanaan ajang Safari Ramadhan pada 27 Sya'ban 1443 H. Rapat ini dihadiri oleh Ketua HPPMS yaitu Andre Tuheitu, beserta Tokoh Pemuda, Mahasiswa dan Pelajar. Ia menyampaikan tentang apa saja yang menjadi persiapan dan teknis pelaksanaan acara pada Safari Ramadhan nanti. “Acara Safari Ramadhan akan digelar di lapangan miamaru. Rapat ini guna mempersiapkan apa yang menjadi kebutuhan demi lancarnya pelaksanaan acara nanti. Adapun acara Safari Ramadhan yang sudah terlaksana yaitu acara lomba Hafalan Surah Pendek, Azan dan diselingi beberapa jenis lainnya ” jelasnya. Ketua HPPMS,Andre Tuheitu selaku Ketua Umum  menyampaikan pendapatnya mengenai persiapan acara pada rapat itu. “Saya sangat mengapresiasi terhadap rapat persiapan yang kita laksanaka...

Pecandu Game Online di HP Bagi Anak-anak di Bawah Umur berbahaya

Timur Bacarita - Zaman dulu, permainan anak-anak Desa di bawah umur dianggap bisa, sebab menciptakan mainan anak bisa dilakukan tangan orang tuanya sendiri secara manual.  Namun, seiring berkembang zaman dan teknologi, kini permainan anak-anak menjadi bergeser pada permainan Game di HP android dan terlebih-lebih menjadi pecandu Game. Kadang, permain itu, bikin anak lupa pulang rumah, lupa makan, lupa belajar, lupa ibadah, lupa akan tugas utamanya. Pada sisi lain, HP Android sendiri jika terkoneksi dengan jaringan internet, makan situs apa saja bisa masuk dan muncul, sehingga memungkinkan anak-anak bisa membukanya. Lalu, menjadi pertanyaan disini adalah apakah permainan Game situs online bagi anak di bawah umur tidak mencederai mental dan sikologinya.? Betapapun demikian, untuk mengetahui itu, peraturan soal hak-hak asasi tentang anak, ditegaskan pula dalam Undang-undang Perlindungan Anak. "bahwa anak adalah bagian dari Hak Asasi Manusia, negara, pemerintah, dan pemerintah daerah...